Kamis, 27 Oktober 2011

Berapa harga tempat duduk di busway atau commuter line?

Berapa harga tiket busway atau commuter line? jawabannya mudah kalau bertanya pada penjaga loket. busway 3500, commuter line bekasi 6500. kalau harga tempat duduknya? nah,,, itu yang susah dijawab

beberapa hari yang lalu, waktu hujan besar melanda daerah senayan dan sekitrnya, saya memutuskan untuk pulang ke bekasi naik kereta. Kalau naik jalan biasa macet. Jam 7, saya dan ratusan pelanggan commuter berebut naik kereta dan lari demi sebuah tempat duduk. Kalau tidak salah, saya masuk di gerbong 3 atau 4. setelah berdesak-desakan, akhirnya dapat juga tempat duduk. Lega. Tapi, baru beberapa menit duduk, saya melihat seorang Ibu yang sedang hamil cukup besar berjalan diantara orang-orang yang berdiri, mencari tempat duduk. kebetulan saya melihat Ibu itu. kasian juga, pikir saya. jadilah saya memberi tempat duduk itu untuk si ibu. "Makasih ya, Mbak, Ibu tadi jalan dari gerbong 1, ga ada yang ngasih tempat duduk"


Gile,,, masa segitu pelitnya sih orang di kereta ini, pikir saya



kisah lainnya sebenarnya sudah sering terjadi. saya pernah menulisnya beberapa waktu yang lalu. klise. seorang ibu-ibu yang hamil ataupun menggendong anak kecil yang harus memelas dulu agar ada orang yang memberinya tempat duduk di dalam bus transjakarta.Lebih parahnya, kemarin mas2 petugas transjakarta sampai harus menegur seorang pemuda terang-terangan agar dia memberikan tempat duduknya untuk seorang ibu hamil.


Wowww,, memang susah untuk merelakan sebuah tempat duduk karena untuk mendapatkannya penumpang harus berjuang.


Di kereta commuter line, orang yang mau duduk harus berlari di gerbong agar tidak kalah cepat dengan orang lain.


Kalau di bus transjakarta, orang yang mau dapat tempat duduk harus melakukan berbagai cara. Ada yang rela datang terlambat ke kantor untuk menunggu sampai ada busway yang kosong sehingga dia bisa duduk, ada yang masuk dengan mendorong orang lain agar kebagian tempat duduk, atau ada juga yang berbalik ke halte awal bus transjakarta. Misalnya untuk rute saya: TU GAS-Dukuh atas, halte yang dilewati adalah TU GAS-Layur-Arion-Veledrome-Sunan Giri- UNJ- BPKP-Pramuka Lia-Utan Kayu-Pasar Genjing-Matraman, dan seterusnya sampai Dukuh atas, ada orang yang rumahnya di dekat halte sunan giri rela kembali ke TU GAS dulu sebelum ke Dukuh Atas supaya dia mendapat tempat duduk.


Jadi, kalau perjuangan mendapatkan tempat duduk di kendaraan umum saja sampai sebegitu kerasnya, tidak heran kalau penumpang yang sudah duduk susah untuk merelakan bangkunya diambil. Memang tidak semua orang seperti itu, tapi banyak kejadian yang sering saya temui. ada yang tidur dengan telinga disumpal headset, atau ada yang asik ber BBM-an, sehingga kalau ada ibu hamil, lansia, atau ibu yang membawa anak kecil naik bus yang sudah penuh, mereka tidak harus memberikan kursi. Kan mereka tidak lihat.

Pertanyaannya sekarang adalah: kenapa sih orang-orang ngotot mendapatkan tempat duduk?

Nah, itu kembali lagi ke keadaan jalanan di Jakarta yang sudah semakin padat. Naik bus transjakarta pun terkadang masih macet. kalau sudah macet, wah jangan berharap kemacetan itu bisa cepat berakhir deh. Alhasil, berdiri di bus umum sangatlah tidak nyaman, walaupun bus itu ada AC-nya. pegel, capek, betis berkonde. belum lagi kalau berdirinya dalam keadaan berdesak-desakan.


Di keretapun begitu. Jadwal kereta yang terkadang tidak karuan membuat kereta jarang tiba dan berangkat tepat waktu. akibatnya, terkadang kereta berhenti sangat lama di sebuah stasiun sehingga penumpang yang harus berdiri merasa capek dan pegal.


jadi kalau begitu, wajar kan kalau penumpang kendaraan umum berjuang mati-matian untuk mendapatkan tempat duduk? wajar juga kan kalau mereka tidak rela kalau tempat duduknya diambil orang?

Wajar kali ya..., hehehe,,


tapi masa sampai sebegitunya sih sehingga ibu2 hamil, membawa anak kecil, atau lansia kadang harus memelas dulu agar dapat tempat duduk.. mereka kan tidak punya tenaga atau terlalu repot untuk berlari berebut tempat duduk.


jadi sebenarnya berapa harga tempat duduk di kendaraan umum? sebegitu mahalnyakah sampai berat sekali untuk mengiklaskan sebuah tempat duduk untuk orang yang lebih membutuhkan?



atau sebegitu pentingkah menulis soal tempat duduk sehingga saya menuliskan soal ini di blog? jangan2 saya yang lebay,, hehehe ;p

Jumat, 02 September 2011

Experience makes us stronger? I do believe it

well, is it a curse? it has been three times that the man who has got closer to me was suddenly burdened by his ex. and this is the third time. WEEEEWWW... am I too high qualified that those ex-girls came to say 'Let me get back to you' just when I started to feel the guys were special? #speechless#

i did not want to talk about my past, those two men who came to my previous chapters of life. let me share a bit about the guy I started to like him recently, but...

the ex-girlfriend suddenly asked him that she would like to be a part of him once again. i don't need to share the story in detail, I just don't understand either. Last night, when he told me that he said 'No, never' (means never come back to that girl), I said to him to think twice. and today, he hasn't sent me message, nor called me, as he used to do. zzzZZZzzz...

it's not that I worry that he changes his mind to accept the ex's request. It's none of my business. It's the third time I face this problem, and I feel so experienced. It's ok. it will be more painful when the guy committed to be with me, but the ex was still in his mind. Or, suddenly he changed his mind to stay with his ex at the time when I started to love him. just like my previous chapters in my past, as i said before.

i just wonder, what's wrong with me? am i too boring? am i too ignorant? or,,, am I too attractive?

hehehhehehe..

for the guy to whom this blog is written, just enjoy the love story. Don't worry about me, i've just got accustomed to it.

and someday I will find a guy who can love me more than anyone..

#just like in Korean movie# hehehe.. ;p

Selasa, 23 Agustus 2011

are you the one?

just wanna share what i did, what i saw, and what i felt, and feel.. hehe

so this is how the story went on. i started to come back to taekwondo since last February. I missed it, i really really did. And it was exciting when I knew that my club, taekwondo, would held an event, what so called gashuku, that means we went to Puncak, spent one night there, and had fun while having physical activity.

before the D-Day, black belts, including me often met to discuss all thing needed in the event. we prepared everything. well, on the second of July, the event was done.

ups, unfortunately i did not prepare myself for the intimacy as the follow up of the event. hehehehehe ;p

since i joined back to taekwondo, i had never thought that i would have special relationship with my friends, either black belts or other belts. i've got experience to have a boyfriend who also joined taekwondo, but the experience told me not to do the same thing. why? sorry, the story is off the record, since the ending is bitter. haha

but i was wrong. I never knew that there was a guy who paid attention on me on gashuku. well, yes, i felt closer to him, as i did to everybody in gashuku, but i had never thought to have this kind of intimacy.

since then, he sends me messages that makes me smile. the words are exagerated, but they brighten my day. he calls me everynight and we spend at least half an hour to talk. i had never known him before, but i don't know why we are so well-connected to talk about many things. hehe

and the last one, we did a date. hehe. two dates, exactly. well, on the first date, we went for dinner on saturday night. we ordered noodle, and you know what: he ate little. if i had not told him that I wouldn't have said yes to another date unless he finished his meal, he wouldn't have finished it.

and on the second date, i went to his house. actually, i only wanted to practice some taekwondo techniques and he said we could practice them at his house. i said yes, and oh my God i met his family. we had lunch together, and by that time, the family told me that he used to eat a lot. sooooooo,, he was nervous that he couldn't eat much on the previous date.. hahaha.. actually he had told me before that he was nervous, but i just did not believe it, hehehhe.

so, where are we going where is the story going to end? is he the answer of my prayer? i asked God to send me an eligible man, is he?

let's see...

Rabu, 18 Mei 2011

Maaf, Aku Salah Memahamimu.. :(

Pendahuluan:
Kalau teman-teman mengira ini blog tentang roman picisan, itu tidak salah, hanya kurang tepat, hahay..

Jadi ceritanya begini. Minggu kemarin, saya dan 2 teman saya, Mbak Septi dan Mbak Zee menggelandang gratisan di negri orang. 2 malam pertama, kami menginap di daerah Outram, biar dekat sama tempat training. Nah, malam terakhir, karena trainingnya udah selesai dan pengen pulang pagi (mumpung jauh dari rumah dan ga ada yang ngawasin, hehe)kami mau pindah hotel di daerah yang lebih strategis yaitu Bugis. sebelumnya, saya udah booking buat satu malam. Nah, rencananya sebelum benar-benar pindah ke hotel bugis itu, kita bertiga mau survei daerahnya dulu, biar besoknya ketika bawa barang-barang, ga usah nyari-nyari alamatnya lagi.

Sesuai yang ada di internet, alamat hotel adalah Jalan Kubor. Ancer-ancernya sih di dekat Bugis Junction. Dari Little India, kita bertiga naik bis dan berhenti di depan Bugis Junction.

Secara ancer-ancernya udah ketemu, kita kira akan mudah menemukan hotel yang dimaksud. Tapi boro-boro... dari 10 orang yang kita tanya, satupun ga ada yang tau Jalan Kubor!! wewwwww... Singaporeans.. I wondered why..

Jadilah saya dan kedua teman saya itu menggelandang di negeri orang. Setiap bertanya, jawabannya bisa berbeda lagi. Orang yang satu bilang ke kanan, orang lain bilang ke kiri. mungkin 2 jam kali ya saya memutari Bugis Junction dan sekitarnya tanpa hasil.

Sampai akhirnya saya dan teman-teman berhenti di depan sebuah gereja. Dari depan gereja itu, kita bisa melihat kalau di seberang kita juga ada pintu gerbang. Jadi intinya, gereja itu punya dua gerbang. Nah, karena kita melihat di gerbang seberang ada seorang penjaga, yaitu bapak tua, sedangkan di gerbang tempat saya berdiri tidak ada siapa-siapa, saya dan teman-teman masuk dari gerbang tempat kami berdiri, melintasi gereja, dan berhenti di depan bapak tua itu.

dengan sopan *cieilah, haha*, saya menghampiri Bapak tua itu sedangkan teman-teman saya berdiri agak jauh di belakang saya. dengan bahasa inggris yang pas-pasan, saya bertanya kepada bapak tersebut:

"Excuse me, could you show me the way to Jalan Kubor?"

di luar dugaan, bapak itu menjawab

"GO AWAY!!!!". sambil menunjuk-nunjuk saya.

gilaaaa... apa salah saya?????????

saya coba tanya lagi lebih pelan. dari logatnya dan penampilannya, saya yakin dia bisa bahasa mandarin. Mungkin dia kurang bisa berbahasa inggris

"Rrr... Sorry, But i would like to know Jalan Kubor"

"GO AWAYYYYYYYYYYYYY!!!!!!!" kali ini lebih keras

dan saya makin kaget

apa karena saat itu saya sedang memakai rok pendek dan mencari hotel ya? jadi kesannya cewek yang ga bener. udah gitu numpang lewat di gereja. Benar-benar gak pantas. tapi kan saya cuma tanyaaaaa... please dehhhhhhh

"YOU GO AWAYYYYYYYY!!!!!" kali ini bapak tua itu bangun dari duduk manisnya dan berdiri.

wew,,,, daripada dirajam, mending saya berenti nanya. teman-teman saya sepertinya mendengar pembicaraan saya dengan sang bapak. Mereka juga bingung, kenapa saya diusir.

Ketika saya sedang menggerutu ke teman-teman saya, bapak itu datang menghampiri kita.

"You go away?" kata sang bapak. kali ini dengan nada lembut

lah, ngapain dia nyamperin kita lagi?? jadi, saya dan kedua teman saya cuma melongo

"You.. want.. to.. go..where..?"

OOOOOOOOOOOOO...... ternyata si Bapak mau bilang 'you want to go where???'

GEBLEK... kenapa tadi dengernya 'GO AWAY",sampai mikir yang macem-macem pula. hahaha

jangan ngomongin grammarnya si bapak di sini, yang jelas, ternyata informasi dari bapak itu benar dan akhirnya hoteln\ya ketemu.

Terimakasih, Pak.. Maaf, saya salah memahamimu... hehehehehe

Jumat, 29 April 2011

Siap Menikah! (?)

Hai, jumpa lagi dengan Riana,, hehe. Kali ini saya kepingin menulis sesuatu yang berhubungan sama pekerjaan saya ah, biar saya gak dibilang makan gaji buta-buta amat, hehehe... :p

jadi begini, teman-teman. kemarin saya tergelitik sama pernyataan seorang dokter yang bilang: "Siap Menikah harus siap segala-galanya. Termasuk siap punya anak, dan siap juga kalau anakmu nanti lahir dengan kekurangan fisik"

Setelah dipikir-pikir benar juga sih kata dokter itu, apalagi setelah saya menjumpai beberapa kasus kelainan pada bayi yang baru lahir.

1. Kasus pertama, ini kasus yang baru saja saya terima. Seorang bayi perempuan yang baru lahir menderita hydrocephalus karena tokso. Tokso tersebut bawaan dari mamanya, yang kebetulan juga memiliki tokso. Kemarin Ibunya pontang-panting mencari obat Zulfadiazine yang menurut dokter adalah obat paling ampuh untuk mengobati tokso. Sayangngnya, sewaktu si Ibu menanyakan ke produsen obat Zulfadiazine tersebut, produsen itu mengatakan bahwa sementara mereka tidak memproduksi atau mendistribusikan Zulfadiazine.

2. Seorang bayi berumur satu bulan yang harus mengeluarkan feses dari anus dan vaginanya nya karena colon-nya bermasalah. Dokter mendiagnosa kemungkinan bahwa colonnya bocor atau bercabang.

3. Dua orang bayi yang lahir dengan kelainan genetika. bayi yang satu didiagnosa menderita Beta Thalasemia Major, yaitu sebuah kelainan darah genetis, yang mengharuskan bayi tersebut menjalani transfusi darah setiap bulannya. Dokter menyebutkan kalau penyakit tersebut bisa disembuhkan dengan transplantasi sumsum tulang belakang, namun harus menunggu si bayi besar dulu dan biayanya.. WOW.. gak main-main mahalnya. Bayi yang lain lahir dengan kelainan kromosom. Bayi itu didiagnosa memiliki 22 q 13.3p deletion syndrome, dan development delay syndrome.

Dan masih ada beberapa kasus lainnya.

Memang saya pernah membaca kalau kelainan pada bayi yang baru lahir bisa disebabkan karena berbagai faktor, diantaranya mengkonsumsi obat pada saat hamil. oke, kalau memang itu faktornya, mungkin masih bisa dikontrol. Tapi bagaimana dengan kelainan kromosom? Karena kata dokter, untuk kasus yang ketiga, bayi tersebut menderita kelainan genetis karena, bahasa awamnya, ada ketidakcocokan antara gen ayah dan ibu mereka.

Nah lo, kalau sudah seperti ini bagaimana mengontrolnya? Saat pacaran, dan saat memikirkan pernikahan, apakah seseorang sempat memikirkan apakah gen-nya dan gen pasangannya cocok atau tidak? Jujur saja saya tidak pernah terpikir seperti itu kalau tidak bekerja di sini. Mungkin hal tersebut bisa diketahui secara dini yaitu dengan melakukan medical check up sebelum pernikahan. Mungkin,, saya juga belum tau. Tapi berapa banyak sih orang Indonesia yang melakukan medical check up sebelum menikah?

Lagipula, kalau dari medical check up ketahuan ada kemungkinan ketidakcocokan gen, apakah pasangan yang sudah mau menikah tersebut rela memutuskan hubungan keduanya? (btw, bahasa gw ngeri banget yak, hehe)

Nah, jawabannya sih sebenarnya ada di tangan teman-teman yang kebetulan mampir dan membaca blog saya ini, hehe.. Tapi buat yang memang sudah mau nikah, jangan takut cuma gara-gara blog saya. Saya menulis blog ini karena saya tergelitik dengan ucapan dokter, seperti yang saya bilang di atas: Siap Menikah: Siap Punya Anak, dan Siap Juga Kalau Anak Terlahir dengan Ketidaksempurnaan Fisik. Jadi ada baiknya buat teman-teman melakukan medical check up dulu sebelum menikah.

Tapi tenang saja, dokter yang berbicara sama saya itu juga mengatakan sisi relijiusnya: Meskipun fisik seseorang tidak sempurna, pasti ada kesempurnaan lain yang dimilikinya"

Dan saya setuju dengan dokter itu!! :)

Oya, dari pengalaman tersebut ada juga sih pelajaran yang bisa saya ambil:
1. meskipun saya gak cantik-cantik banget (haha), dan ga pinter2 banget, tapi saya bersyukur dilahirkan sempurna
2. setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. kalau seseorang memiliki kekurangan fisik, pasti ada kelebihan lain yang diberikan Tuhan
3. kayaknya bukan cuma untuk nikah aja deh yang butuh persiapan mental, tapi untuk memutuskan segala sesuatu butuh persiapan mental untuk menghadapi semua resiko
4. apa ya??? gonna think about it and get back to you soon, hehe


-Veronica-

Rabu, 06 April 2011

Facebook: Maya dan/atau Nyata

Tulisan ini muncul karena percakapan berikut ini:

A: Eh, kenapa muka lo sedih gitu? barusan ketawa ampe ngakak-ngakak?
B: Patah hati (menjawab dengan setengah hati)
A: Kok bisa? Perasaan tadi lo seneng-seneng aja?
B: Iya,mantan gw udah 'in relationship', udah mau merit pula
A: Kok lo tau? emang kapan ketemu mantan lo?
B: Dari facebook
A: Oooooo...


yups, itu percakapan yang saya dengar baru-baru ini dan membuat saya merenung, cieilah.. merenung.. haha.. oke ralat, percakapan ini membuat saya ingin meng-sms Mark Zuckerberg dan bertanya apa sewaktu dia menciptakan FB, dia sempat berpikir kalau selain sebagai hiburan, FB juga bisa membuat seseorang patah hati?

tentunya kalau ada orang patah hati karena FB, bukan salah Mas Mark yang menciptakan Facebook. Bukan juga salah si B yang punya Facebook, bukan juga salah mantannya B yang mengganti status di facebook.

Jadi salah siapa??

Nah, saya juga bingung. Tapi dari kejadian itu saya jadi belajar, dan akhirnya membuat tulisan ini sebagai refleksi.

Tidak ada yang salah dengan facebook. saya juga salah satu penggemar facebook. tiap hari saya buka facebook. pernah saya mencaoba pantang facebook, tapi dari sekian kali mencoba, yang berhasil hanya satu kali, hehe. dan saya akui saya juga pernah dibuat sedih karena facebook, dibuat cemburu karena facebook, dibuat ingin memarahi orang karena facebook. saya pernah mengalaminya

dan kadang saya merasa bodoh. Facebook kan dibuat untuk hiburan. Mendekatkan mereka yang jauh. Mulia bukan? Bukan.. hehee. ya syukur-syukur kalau ada yang menggunakan facebook untuk memperlancar bisnis, seperti misalnya butik online. that's great!

nah, kalau tiba-tiba facebook membuat seseorang merasa sedih, merasa patah hati, merasa marah, merasa cemburu, dan merasakan perasaan-perasaan negatif lainya, apakah seseorang itu rugi?

menurut saya sih iya. Sekarang saya sedang belajar untuk mengingat bahwa facebook adalah dunia maya. Artinya, dunia facebook adalah dunia yang akan hilang ketika laptop atau komputer dimatikan, atau kalau menu FB di handphone ditutup. Idealnya, perasaan-perasaan yang ada saat kita membuka facebook juga bersifat maya, dan idealnya lagi akan hilang begitu menu FB ditutup.

Tp kenyataan kadang-kadang berbeda dengan idealisme, cieilah.. hehehe.. kadang rasa yang ada saat membuka FB berlanjut sampai FB itu ditutup. kalau menurut saya, selama perasaan yang berlanjut itu adalah perasaan yang positif, itu oke-oke saja. Memang tujuan FB dibuat adalah sebagai hiburan, bukan? setidaknya menurut saya.. hehe.

Namun, kalau perasaan-perasaan yang berlanjut itu adalah perasaan negatif a.k.a sedih, cemburu, marah, dkk,, ya... sebenarnya itu hak yang merasakan sih... tidak ada orang yang berhak mengatur perasaan orang lain. tetapi, saya pribadi menyayangkannya. untuk apa bersedih karena dunia maya, sedangkan dalam dunia nyata kita bisa berbahagia? untuk apa merasa marah karena dunia maya sedangkan kita bisa merasa tenteram di dunia nyata? for sure,kalau memang terkadang FB memunculkan perasaan-perasaan yang negatif, bagi saya ada yang perlu diingat, bahwa disekitar saya di dunia nyata, ada orang-orang yang dapat menawarkan perasaan-perasaan positif. Jadi buat apa tenggelam dalam perasaan-perasaan negatif yang semu, yang di dapat dari dunia maya yang... semu...

-Veronica-