Senin, 24 September 2012

1001 stories about Ho Chi Minh City

Kyaaaaaaaaa,,, akhirnya berhasil balik Jakarta lagi setelah perjalanan yang LUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR BIASA di Ho Chi Minh City atau Saigon. Efeknya, sekarang saya jadi Saigon sick, #halah.. hahaha.. nah, untuk mengurangi saigon-sick, saya mau nulis blog ah... hold your breath, sit silently and read :)

1. Berangkaaaattt...
Saya berangkat naik Air Asia sekitar jam setengah 5 sore dari Jakarta. Perjalanannya cukup nyaman, meskipun lama. Serunya lagi, kebetulan saya satu pesawat dengan rombongan ibu-ibu. tau sendiri kan ciri khas ibu-ibu? arisan, hehehe.. eh, beneran, Air Asia yang saya tumpangi jadi serasa bukan pesawat, tapi lebih mirip bis. Rombongan ibu-ibu tadi saling ngobrol sehingga suasananya jadi ramai. yang lebih premannya lagi, saking bosannya mereka, beberapa dari mereka nekad meninggalkan tempat duduknya dan berdiri di koridor pesawat untuk ngobrol. Ibu saya aja sampai geleng-geleng kepala melihatnya. Anehnya lagi, tidak ada satupun pramugari yang berani menegur dan meminta agar mereka duduk kembali. Yang ada hanya peringatan kalau pesawat akan melewati cuaca buruk sehingga semua penumpang diharap memasang sabuk pengaman dan duduk di kursi masing-masing. Selama 3 jam perjalanan, peringatan tersebut saya dengar kurang lebih 5 kali. WOWWWW,,, padahal sih pesawatnya baik-baik saja, tidak ada goncangan seperti yang biasa dialami saat cuaca buruk. Mungkin itu akal-akalan pihak pesawat untuk membuat ibu-ibu itu tenang dan duduk kali ya.... :)


2. Terkatung-katung di Bandara
3 jam perjalanan dengan Air Asia sudah saya lewati dan sampailah saya dan ibu di Tanh Soh Nhat Airport. Saya langsung membereskan imigrasi dan segala macamnya, kemudian mencari-cari supir yang akan menjemput saya. Pihak travel menyebutkan saya akan diemput oleh supir yang memakai kaos merah dan membawa papan dengan nama saya. tapi setelah saya celingak-celinguk, tidak ada satupun supir yang membawa papan nama dengan nama saya.

saya langsung panik. padahal saya sudah memastikan semuanya pada senin pagi sebelum saya berangkat!. saya langsung menelelpon pihak travel di Vietnam dan saya makin panik karena belum ada konfirmasi dengan pihak travel di Jakarta atas nama saya. Uuuuuuuuuuhhh,, pengen marah-marah rasanya, padahal saya sudah beberapa kali konfirmasi dan mereka bilang 'ok, biasanya tidak ada masalah'. But the fact was.....

tetapi untungnya pihak travel di vietnam baik. atas instruksinya, kami dianjurkan untuk naik taksi ke hotel dan akan dibayar oleh pihak hotel. Hotelnya pun bukan hotel yang ada di dalam itinerary, Hotel Queen Ann, melainkan Hotel Le Duy (Baca: Le Yi). Sama-sama bintang tiga, tapi untungnya.... lebih bagus Le Duy kemana-mana, hehehehhe... akhirnya saya menginap di Le Duy Hotel selama dua malam sebelum pindah ke Queen Ann. Le Duy lebih nyaman karena sepertinya masih baru, menu sarapannya pun lebih bervariasi daripada Queen Ann. Jadi, beruntunglah saya dan ibu, hehehehhehehe :)

oh ya, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti yang saya alami di bandara, saya tidak menganjurkan teman-teman untuk menghubungi CT Indonesia untuk travel kalian. kalau ingin ke Vietnam, lebih baik teman-teman langsung menghubungi Tony Nguyen +84984132072 atau dengan Ben di nomer 0988514854. Tony Nguyen adalah pemilik travel Go Vietnam, sedangkan Ben adalah pemandu wisata kami. untuk Mr. Ben, akan saya bahas lebih banyak nanti.

Jumat, 24 Agustus 2012

Deceived by Internet, Disappointed at Tirta Sanita Ciseeng

Sekali-sekali mau nulis blog yang ringan dan tentang jalan-jalan ah.. hehhe

Tulisan ini juga bertujuan agar teman-teman yang lain tidak merasa dibodohi internet, seperti saya,, hiks..

Beberapa waktu lalu, saya pergi ke Tirta Sanita. Menurut informasi yang saya dapat dari internet, mereka semua bilang Tirta Sanita adalah tempat pemandian air panas yang bagus dan dekat dari Jakarta. Di tempat ini, kita dapat merasakan berendam di kolam berisi air hangat dari mata air gunung kapur di tengah alam terbuka. setidaknya, itulah informasi yang saya baca dari beberapa berita dan blog yang berhasil saya temukan sebelum pergi ke tempat ini. blog dan berita itu adalah:

1. http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2011/03/29/sensasi-mandi-air-hangat-di-ciseeng-bogor"

2. http://travel.detik.com/read/2012/03/29/114853/1879841/1025/akhir-pekan-di-kolam-air-panas-tirta-sanita-ciseeng"



dan ada gambar yang sangat menyejukkan mata yaitu:








Tapi ternyata sampai di sana saya gigit jari. ya memang sih tidak terlalu jauh dari Jakarta. tapi ternyata gambar yang di atas yang terlihat seperti bukit air hanyalah tipuan, dan saya tebak terbuat dari kapur. tidak ada air mengalir dari bukit yang tinggi itu.

Tidak ada kolam dengan pemandangan sawah seperti yang ditulis pada blog diatas.

Yang ada hanyalah:
1. kolam kecil, yang kira-kira ukurannya hanya 2mx2m yang harga masuknya IDR 5000 per orang, konyolnya airnya tidak panas. selain itu, kolamnya uga tidak terletak di alam terbuka, melainkan dikelilingi tembok. pokoknya sempit
2. ternyata pemandian air panas yang dimaksud hanyalah berupa KAMAR MANDI dengan bak berisi air panas. Kamar mandi ini hanya boleh dipakai maksimal 2 orang, sesama jenis. Untuk masuk ke kolam ini, satu orangnya dikenakan biaya IDR 8000 untuk 15 menit. Mirisnya lagi, bak nya kotor. benar-benar tidak menggugah selera untuk berendam.. hiy....
3. KAMAR MANDI VIP yang tarifnya IDR 10000 untuk 1 orang, 15 menit. bentukannya hampir sama dengan kamar mandi seharga IDR 8000 tadi, hanya lebih panang sedikit. Kebersihannya? wah jangan ditanya. menurut saya sih tidak bersih.

ini kamar mandi air panas itu:




Oya, sebelumnya di pintu masuk, pengunjung diharuskan membayar seharga IDR 8000 untuk satu orang.

Bagi teman-teman yang punya rencana ke pemandian air panas ini, sebaiknya pikir-pikir lagi deh sebelum kalian kecewa. ya kecuali teman-teman memang niat ingin terapi air hangat.


Kamis, 23 Agustus 2012

Tanah Surga, Katanya: Film Bagus tapi Sepi Pengunjung, Faktanya

Liburan Lebaran kemarin benra-benar saya manfaatkan untuk libuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr... ya tidur, ya masak, ya jalan-jalan, ya nonton.

film yang saya tonton ini berjudul Tanah Surga Katanya. Waktu diajak nonton oleh adik saya, saya tidak terlalu tertarik. Apalagi ketika sampai di meja pembelian tiket saya melihat nyaris tidak ada yang menonton. tidak sampai 10 persen bangku yang terisi dari semua bangku yang ada di studio tersebut.

Memang sih waktu itu hari Lebaran pertama, jam 9 malam pula. Tapi bioskop masih ramai kok, dan ketika saya teliti, sebagian besar pengunjung lain lebih memilih untuk menonton Step Up, Expendables 2, dan satu film nya lagi saya lupa.

Makin malas saya menonton. secara tau sendiri kan film Indonesia akhir-akhir ini rada-rada kurang mendidik, maksud saya film-film yang bergenre hantu-hantu seksi (mencibr tanda tak seksi, haha)

tapi ternyata filmnya bagus. film ini bercerita tentang nasib penduduk Indonesia di pedalaman Kalimantan Barat yang berbatasan darat langsung dengan Indonesia. Pada sebagian besar alur cerita, film ini dipenuhi adegan-adegan lucu dan membuat penonton tertawa: tertawa miris. menertawakan ketidakadilan pemerintah Indonesia masa kini yang berdampak pada rakyat di pedalaman.

Contoh adegan lucu tapi miris:
1. anak-anak SD di tempat itu mengira lagu kebangsaan Indonesia adalah Kolam Susu
2. Ketika hasil ujian diberikan, hampir semua murid di kelas 4 mendapatkan nilai 0, hanya 2 yang memperoleh nilai lebih dari 0, itupun nilainya 4 dan 2.
3. 2 adegan yang memperlihatkan seorang guru yang terjatuh saat mengajar karena kakinya masuk ke dalam lantai kayu yang sudah rapuh.

Kejadian-kejadian tersebut sangat bertolak belakang dengan keadaan di Malaysia. Malaysia diceritakan lebih makmur, dan membuat orang Indonesia di perbatasan bekerja di Malaysia dan pindah kewarganegaraan.

Namun, film itu juga mengajarkan kita untuk melihat Indonesia dari sudut pandang pahlawan. Di film tersebut juga diceritakan tentang seorang peluang yang dulu ikut berjuang mempertahankan perbatasan Kalimantan Barat itu dari Malaysia. Kakek bekas peuang itu sakit jantung dan sering kambuh. tadinya ia tinggal bersama dua cucunya, laki-laki dan perempuan. Namun anak dari kakek itu yang juga merupakan ayah dari kedua cucunya, membawa si anak perempuan ke Malaysia. Sang kakek dan anak lelaki juga diajak. mereka dianjikan fasilitas yang lebih baik di Malaysia. Sekolah dan mainan yang bagus untuk sang cucu, dan perawatan kesehatan yang lebih baik untuk sang kakek.

Namun, sang kakek menolak. Ia tetap bersikeras tingggal di perbatasan dan menolak menjadi warga negara Malaysia.

sampai akhir hayatnya, sang kakek tetap menasehati cucu laki-lakinya agar tetap mencintai Indonesia, apapun yang terjadi.

Yang membuat saya lebih terharu lagi, sang kakek mengatakan hal tersebut saat menjelang ajal, di perahu yang membawa mereka ke kota. Beliau meninggal karena sarana kesehatan di perbatasan nyaris tidak ada. hanya ada 1 dokter yang praktik di sana. tidak ada rumah sakit, adanya hanya di kota.

yang jelas, film ini amat sangat bagus sekali. Saya juga bingung kenapa film sebagus ini sepi penonton. Apa marketing-nya yang kurang gencar? atau apakah rakyat Indonesia malas menonton film Indonesia karena kebanyakan film Indonesia saat ini adalah film tidak bermutu? (maksud: film hantu seksi).

tapi meskipun demikian, kita harus tetap cinta Indonesia bukan?

:)

Kamis, 02 Agustus 2012

DIDIT, JUST GO TO THE HELL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

temen-temen, please, jangan memberi nama anak kalian Pramudita, yang buntut2nya dipanggil didit, karena.... well,,, you have to read my blog to have your own judgement.

jadi suatu hari, saya punya temen kantor yang namanya didit. orang tajir. punya mercy. Lulusan S2 Psikologi, istrinya psikiater, tinggal di apartemen di daerah Pluit, punya klinik praktek sendiri untuk dia dan istrinya di Jl. Dr. Satrio.

nah kemarin, saya sama teman-teman kantor ngedarin amplop untuk THR mbak yuli, office girl di kantor, seperti tradisi kantor di tahun-tahun sebelumnya. untuk mendata dan biar ga ada kecurangan, saya taruh kertas kecil di amplop dan dimohon supaya yang abis masukin uang menulis di kertas tersebut nama dan jumlahnya berapa.

akhirnya ampop itu jatuh ke tangan didit. dia melihat di kertas kecil itu ada nama saya dan teman saya septi dengan sumbangan 'X'. nah, si didit ini lalu bilang, 'kemarin kata pak stephen kalau seorang nyumbang sejumlah X ini terlalu besar'

stephen adalah bos saya. yang dimaksud kemaren adalah Lebaran tahun lalu.

dari potongan pembicaraan itu, saya sebel karena 2 hal:
1. well, emang nyumbang kudu diatur? gw mau nyumbang X, 2X, 3X, kalau gw mau, emang kenapa?
2. ngapain pembicaraan setahun yang lalu dengan bos saya masih diinget2? lagian, saya gak percaya si stepehn ngomong begitu, secara dia orangnya baik.

akhirnya dia melanjutkan dengan bilang 'ok, karena mbak yuli bukan temen gw, gw ga kenal mbak yuli, ga ada dia juga gw gak papa, jadi gw ngasih 1/2 X aja"

gw gak masalah dia mau nyumbang berapa, tapi kenapa sih dia harus membeberkan alasan dia nyumbang sejumlah itu. dan gw ga terima dia bilang dia ga kenal mbak yuli. perlu temen2 ketahui, dia tuh jorok banget. makan suka berantakan, bekas kopi sering ga dicuci, kalo ga ada mba yuli menurut loh????

SOMBONG. GW GA SUKA

akhirnya tadi pagi gw ambil amplopnya, ternyata ulahnya didit belum selesai. di kertas itu dia tulis 'tolong kembaliin 1/2 dari 1/2X ya... jangan lupa".

Man,, gw sebel mampus. langsung aja gw balikin duitnya dia yang kemaren dengan alasan 'ga ada kembalian'.

trus ternyata gw nemu amplop kecil di isolasi di amplop yang gw kasih kemarin. gw tanya lagi, 'ini amplop siapa ya?'

"ini simpen aja, buat mbak yuli' kata didit

secara saya udah males urusan sama dia, saya bilang aja, 'LO KASIH SENDIRI AJA'

trus dia bilang, 'eh, emang gw salah apa sih sama lo?

'ya gw ga suka aja omongan lo ke mbak yuli'

'gw ga ada masalah kok sama mbak yuli'

'nah, makanya gw bingung, lo ga ada masalah tp kenapa lo ngomongnya kaya gitu?'

'tapi kan akhirnya gw nyumbang'

????????????????????????????????????????????????????


hmmmm... temen2 yang nilai sendiri aja deh orang macam apa dia. intinya sih saya tetap ga mau terima amplopnya itu, biar dia kasih ke mbak yuli.

dan mulailah peperangan di kantor saya antara saya dan didit kampret itu. Jrenggggg....

Didit, WHY DON'T YOU JUST GO TO THE HELL?

Jumat, 20 Juli 2012

What's Wrong with Being Indonesian?

tulisan ini saya buat karena kesal melihat status teman kuliah saya di fb yang berbunyi seperti ini:


'Can't wait to become an Australian citizen.. Don't need visa to go anywhere, don't get asked questions and paperwork at the passport control.. This silly green passport doesn't give any benefit to it's holder..I don't mind giving it up, I'll be happy to do it.. who needs it anyway! and by the way..Croatia is awesome!!!'


so, green passport is silly. Indonesian passport is silly. being an Indonesian is silly, is that what she means?

kenapa sih sampai segitunya menjelek-jelekan negara ini? terus terang sebagai orang Indonesia dan tidak pernah kepikiran untuk mengganti kewarganedgaran (karena ga bisa atau ga ada kesempatan? hehe), saya tersinggung sekali.

what's wrong with being Indonesian?

what's wrong with coming from Indonesian?

memang mungkin negara ini banyak kekurangan, tapi apa Australia atau negara lain tidak punya kekurangan?

at least, kalau dia kecewa dengan negara ini, kenapa dia tidak bisa menemukan cara lain yang lebih elegan daripada update status di fb? mungkin karena dia gak sadar kebanyakan teman-temannya yang ada di fb adalah orang indonesia.

well, so far, i still love Indonesia

Minggu, 24 Juni 2012

Saya Wasit Taekwondo Pengprov DKI :))

teman-teman,,, saya sudah resmi jadi wasit taekwondo pengprov DKI lohhhhhh.. :) meskipun masih wasit junior, belon pnya baju wasit, dan belon tau akan bertugas kapan.. secara baru kemaren resmi diangkat jadi wasit, hehehe

kejuaraan pertamaku,, kau akan seperti apa??? akankan sama menegangkannya dengan ujian wasit kemaren?? trus,kalau wasitnya aja tegang,apa kabar nasib atlitnya?? hehe..

dan,, terimakasih Master Muchtarom,,pelatih tercinta, yang dengan gigihnya mendorong-dorong dan mendukung saya ikut penataran wasit,, terimakasih juga untuk master denny dan sabeumnim marbun yang sudah memberi pelajaran tentang wasit, daaaaaaaaann,,,

terimakasih teman-teman senasib sepenanggungan.

mari kita berusaha menjadi wasit yang jujur, adil, dan bijaksana

sukses selalu :)