Minggu, 24 Juni 2012

Saya Wasit Taekwondo Pengprov DKI :))

teman-teman,,, saya sudah resmi jadi wasit taekwondo pengprov DKI lohhhhhh.. :) meskipun masih wasit junior, belon pnya baju wasit, dan belon tau akan bertugas kapan.. secara baru kemaren resmi diangkat jadi wasit, hehehe

kejuaraan pertamaku,, kau akan seperti apa??? akankan sama menegangkannya dengan ujian wasit kemaren?? trus,kalau wasitnya aja tegang,apa kabar nasib atlitnya?? hehe..

dan,, terimakasih Master Muchtarom,,pelatih tercinta, yang dengan gigihnya mendorong-dorong dan mendukung saya ikut penataran wasit,, terimakasih juga untuk master denny dan sabeumnim marbun yang sudah memberi pelajaran tentang wasit, daaaaaaaaann,,,

terimakasih teman-teman senasib sepenanggungan.

mari kita berusaha menjadi wasit yang jujur, adil, dan bijaksana

sukses selalu :)

Sabtu, 16 Juni 2012

Kisah Hidup Orang Sukses

Last night I watched Kick Andy, a talk show at metro TV. the guest star was Dahlan Iskan, the current minister of Indonesian BUMN. One thing exposed clearly is the journey of Dahlan Iskan to be as successful as he is now.

in short, he came from a poor family. He could not even finish his university degree. He used to be a farmer, a very poor farmer. He only had one shirt, one pant, no shoes. However, he never felt that he was suffering in his poverty. He enjoyed his life, he just let it flow.

suddenly, my mother commented. She said that she experienced the same thing the minister. yea, she also came from a poor family. my grandparents used to be a poor farmer, from a very small village called Tirto, 90 minutes drive from Yogyakarta. She told me that when she was a child, she had to sell wood, vegetables, and tempe and walked for some kilometers. no shoes, limited clothes, limited food. limited facilities. However, she did not feel that she was suffering. She enjoyed her experience, and sometimes she tells me that she is very grateful that she was given a chance to have such experience of being a very poor person. It makes he tough and it motivates her to work hard.

I hope those examples motivate me for being a successful person. Nothing is impossible, right??

Jumat, 01 Juni 2012

GILA, Menular atau Trend?

Alasan kenapa saya membuat tulisan ini adalah fakta semakin banyaknya orang gila di sekitar saya. GILA, beneran gila, bukan yang sering dimaksudkan anak--anak muda dengan GOKIL atau GELO, dsb, dst.


literally insane. that's it.

Ya kecuali kalau orang-orang yg saya katakan gila itu pura-pura gila.


by the way, saya juga gak tau persis sih definisi gila. bagi saya, gila itu artinya gak waras menurut saya. hehehehe.. Meskipun gila itu ada tingkatannya kan ya? dari stres, sinting, miring, gila. Eh, gak tau juga dink, hehehe..

Tapi intinya begini. semakin banyak orang stres di sekitar saya. contoh kecilnya di stasiun Manggarai. Entah saya yang baru memperhatikan, atau memang mereka yang baru bermunculan?


Hampir setiap pagi, saat kereta saya transit di Stasiun Manggarai, saya diberikan tontonan nenek-nenek gila, atau kurang waras lah biar lebih halus. Ada-ada saja ulahnya nenek-nenek itu. Pernah dia naik ke kursi di salah satu peron, memamerkan uang ribuan sambil nyanyi Iwak Peyek by Trio Macan. Dengan hot-nya, nenek tersebut juga menggoyang-goyangkan pinggul dan badannya yang kurus dan keripu yang hanya dibungkus celana pendek (hot pants) dan tank top. Mungkin kalau dia waras, dia masuk kategori nenek-nenek funky. dan lebih dahsyatnya, nenek itu berdandan menor sekaliiiiiiiiiii. pakai lipstik, pakai bedak, dan pakai blush on. TEBAL. Wew...dan berantakan. maklum, dia gak ikut beauty class, hehe..


hari lain lagi, saya melihat nenek-nenek itu lagi. Dia duduk ndelosor atau lesehan di peron. tau gak dia sedang apa? SISIRAN. sambil menyanyi 'Iwak Peyek" dan dengan dandanan yang tidak kalah menor dengan hari sebelumnya. Masih memakai tank top dan hot pants, tapi tidak seperti hari sebelumnya. Ini yang saya heran, penampilannya selalu bersih setiap hari.


setiap saya melihat nenek itu di Manggarai, ada-ada saja ulah si nenek, termasuk berteriak-teriak di stasiun dan mengatakan suami salah satu wanita yang berdagang di manggarai pernah berselingkuh dengan si nenek. dan lebih gilanya lagi, si wanita pedagang itu marah dan membalas teriakan si nenek sehingga terjadilah perang mulut yang terdengar seantero stasiun. apa si pedagang juga udah gila ya?? jujur aja, saya sempat ga pingin ke kantor demi melihat tontonan tersebut, hehehe..

ternyata, si nenek bukan satu-satunya orang yang tidak waras di tempat itu. sekitar jam 7 malam, saat saya menunggu kereta ke Bekasi, seorang wanita setengah baya duduk di dekat saya. jaraknya hanya 2 kursi kosong dari saya. Dari penampilannya, wanita itu terihat waras dan bersih. Tapi beberapa menit kemudian saya melihat dia berbicara sendiri. senyum-senyum sendiri.

saya lalu memperhatikan wanita itu. ternyata, dia tidak memakai headset, dia tidak sedang memegang HP. berartiiiiiiiiiiiiiiii.... saya langsung pindah cari tempat duduk lain.

bukan itu saja. kejadian yang satu ini baru saya alami. Ketika saya turun dari kereta, saya berjalan di belakang seorang bapak-bapak yang berpakaian rapi ala kantoran dan wangi. karena bapak-bapak tersebut jalannya agak lambat, saya tidak sabar dan mendahului bapak-bapak tersebut.

setelah saya perhatikan, ternyata bapak-bapak tersebut agak lambat karena sedang memperhatikan jamnya. But,,, you know whatttt???

DIA PAKAI JAM TANGAN DI KEDUA TANGANNYA... JAM TANGAN TALI KARET. Yang satu berwarna kuning, dan yang satu biru. dan keduanya tidak ada yang menunjukkan waktu pada saat iru.


kesimpulannya????

wewwwwwwwwwwwwwwww.....


nah, saya bingung, kenapa ya semakin banyak orang gak terlalu waras di sekitar saya? dan yang saya tambah bingung, kenapa orang-orang tersebut berpenampilan bersih, bahkan ada yang rapi. apakah kegilaan itu menular? atau... trend?

apa mungkin suatu saat LOE GA GAOL KALO GA GILA.. haha :p