temen-temen, please, jangan memberi nama anak kalian Pramudita, yang buntut2nya dipanggil didit, karena.... well,,, you have to read my blog to have your own judgement.
jadi suatu hari, saya punya temen kantor yang namanya didit. orang tajir. punya mercy. Lulusan S2 Psikologi, istrinya psikiater, tinggal di apartemen di daerah Pluit, punya klinik praktek sendiri untuk dia dan istrinya di Jl. Dr. Satrio.
nah kemarin, saya sama teman-teman kantor ngedarin amplop untuk THR mbak yuli, office girl di kantor, seperti tradisi kantor di tahun-tahun sebelumnya. untuk mendata dan biar ga ada kecurangan, saya taruh kertas kecil di amplop dan dimohon supaya yang abis masukin uang menulis di kertas tersebut nama dan jumlahnya berapa.
akhirnya ampop itu jatuh ke tangan didit. dia melihat di kertas kecil itu ada nama saya dan teman saya septi dengan sumbangan 'X'. nah, si didit ini lalu bilang, 'kemarin kata pak stephen kalau seorang nyumbang sejumlah X ini terlalu besar'
stephen adalah bos saya. yang dimaksud kemaren adalah Lebaran tahun lalu.
dari potongan pembicaraan itu, saya sebel karena 2 hal:
1. well, emang nyumbang kudu diatur? gw mau nyumbang X, 2X, 3X, kalau gw mau, emang kenapa?
2. ngapain pembicaraan setahun yang lalu dengan bos saya masih diinget2? lagian, saya gak percaya si stepehn ngomong begitu, secara dia orangnya baik.
akhirnya dia melanjutkan dengan bilang 'ok,
karena mbak yuli bukan temen gw, gw ga kenal mbak yuli, ga ada dia juga gw gak papa, jadi gw ngasih 1/2 X aja"
gw gak masalah dia mau nyumbang berapa, tapi kenapa sih dia harus membeberkan alasan dia nyumbang sejumlah itu. dan gw ga terima dia bilang dia ga kenal mbak yuli. perlu temen2 ketahui, dia tuh jorok banget. makan suka berantakan, bekas kopi sering ga dicuci, kalo ga ada mba yuli menurut loh????
SOMBONG. GW GA SUKA
akhirnya tadi pagi gw ambil amplopnya, ternyata ulahnya didit belum selesai. di kertas itu dia tulis '
tolong kembaliin 1/2 dari 1/2X ya... jangan lupa".
Man,, gw sebel mampus. langsung aja gw balikin duitnya dia yang kemaren dengan alasan 'ga ada kembalian'.
trus ternyata gw nemu amplop kecil di isolasi di amplop yang gw kasih kemarin. gw tanya lagi, 'ini amplop siapa ya?'
"ini simpen aja, buat mbak yuli' kata didit
secara saya udah males urusan sama dia, saya bilang aja, 'LO KASIH SENDIRI AJA'
trus dia bilang, 'eh, emang gw salah apa sih sama lo?
'ya gw ga suka aja omongan lo ke mbak yuli'
'gw ga ada masalah kok sama mbak yuli'
'nah, makanya gw bingung, lo ga ada masalah tp kenapa lo ngomongnya kaya gitu?'
'tapi kan akhirnya gw nyumbang'
????????????????????????????????????????????????????
hmmmm... temen2 yang nilai sendiri aja deh orang macam apa dia. intinya sih saya tetap ga mau terima amplopnya itu, biar dia kasih ke mbak yuli.
dan mulailah peperangan di kantor saya antara saya dan didit kampret itu. Jrenggggg....
Didit, WHY DON'T YOU JUST GO TO THE HELL?