Tulisan ini muncul karena percakapan berikut ini:
A: Eh, kenapa muka lo sedih gitu? barusan ketawa ampe ngakak-ngakak?
B: Patah hati (menjawab dengan setengah hati)
A: Kok bisa? Perasaan tadi lo seneng-seneng aja?
B: Iya,mantan gw udah 'in relationship', udah mau merit pula
A: Kok lo tau? emang kapan ketemu mantan lo?
B: Dari facebook
A: Oooooo...
yups, itu percakapan yang saya dengar baru-baru ini dan membuat saya merenung, cieilah.. merenung.. haha.. oke ralat, percakapan ini membuat saya ingin meng-sms Mark Zuckerberg dan bertanya apa sewaktu dia menciptakan FB, dia sempat berpikir kalau selain sebagai hiburan, FB juga bisa membuat seseorang patah hati?
tentunya kalau ada orang patah hati karena FB, bukan salah Mas Mark yang menciptakan Facebook. Bukan juga salah si B yang punya Facebook, bukan juga salah mantannya B yang mengganti status di facebook.
Jadi salah siapa??
Nah, saya juga bingung. Tapi dari kejadian itu saya jadi belajar, dan akhirnya membuat tulisan ini sebagai refleksi.
Tidak ada yang salah dengan facebook. saya juga salah satu penggemar facebook. tiap hari saya buka facebook. pernah saya mencaoba pantang facebook, tapi dari sekian kali mencoba, yang berhasil hanya satu kali, hehe. dan saya akui saya juga pernah dibuat sedih karena facebook, dibuat cemburu karena facebook, dibuat ingin memarahi orang karena facebook. saya pernah mengalaminya
dan kadang saya merasa bodoh. Facebook kan dibuat untuk hiburan. Mendekatkan mereka yang jauh. Mulia bukan? Bukan.. hehee. ya syukur-syukur kalau ada yang menggunakan facebook untuk memperlancar bisnis, seperti misalnya butik online. that's great!
nah, kalau tiba-tiba facebook membuat seseorang merasa sedih, merasa patah hati, merasa marah, merasa cemburu, dan merasakan perasaan-perasaan negatif lainya, apakah seseorang itu rugi?
menurut saya sih iya. Sekarang saya sedang belajar untuk mengingat bahwa facebook adalah dunia maya. Artinya, dunia facebook adalah dunia yang akan hilang ketika laptop atau komputer dimatikan, atau kalau menu FB di handphone ditutup. Idealnya, perasaan-perasaan yang ada saat kita membuka facebook juga bersifat maya, dan idealnya lagi akan hilang begitu menu FB ditutup.
Tp kenyataan kadang-kadang berbeda dengan idealisme, cieilah.. hehehe.. kadang rasa yang ada saat membuka FB berlanjut sampai FB itu ditutup. kalau menurut saya, selama perasaan yang berlanjut itu adalah perasaan yang positif, itu oke-oke saja. Memang tujuan FB dibuat adalah sebagai hiburan, bukan? setidaknya menurut saya.. hehe.
Namun, kalau perasaan-perasaan yang berlanjut itu adalah perasaan negatif a.k.a sedih, cemburu, marah, dkk,, ya... sebenarnya itu hak yang merasakan sih... tidak ada orang yang berhak mengatur perasaan orang lain. tetapi, saya pribadi menyayangkannya. untuk apa bersedih karena dunia maya, sedangkan dalam dunia nyata kita bisa berbahagia? untuk apa merasa marah karena dunia maya sedangkan kita bisa merasa tenteram di dunia nyata? for sure,kalau memang terkadang FB memunculkan perasaan-perasaan yang negatif, bagi saya ada yang perlu diingat, bahwa disekitar saya di dunia nyata, ada orang-orang yang dapat menawarkan perasaan-perasaan positif. Jadi buat apa tenggelam dalam perasaan-perasaan negatif yang semu, yang di dapat dari dunia maya yang... semu...
-Veronica-
Mantap Gan.!!!! Ayo setelah ini ulas Twitter...!!
BalasHapus