Berapa harga tiket busway atau commuter line? jawabannya mudah kalau bertanya pada penjaga loket. busway 3500, commuter line bekasi 6500. kalau harga tempat duduknya? nah,,, itu yang susah dijawab
beberapa hari yang lalu, waktu hujan besar melanda daerah senayan dan sekitrnya, saya memutuskan untuk pulang ke bekasi naik kereta. Kalau naik jalan biasa macet. Jam 7, saya dan ratusan pelanggan commuter berebut naik kereta dan lari demi sebuah tempat duduk. Kalau tidak salah, saya masuk di gerbong 3 atau 4. setelah berdesak-desakan, akhirnya dapat juga tempat duduk. Lega. Tapi, baru beberapa menit duduk, saya melihat seorang Ibu yang sedang hamil cukup besar berjalan diantara orang-orang yang berdiri, mencari tempat duduk. kebetulan saya melihat Ibu itu. kasian juga, pikir saya. jadilah saya memberi tempat duduk itu untuk si ibu. "Makasih ya, Mbak, Ibu tadi jalan dari gerbong 1, ga ada yang ngasih tempat duduk"
Gile,,, masa segitu pelitnya sih orang di kereta ini, pikir saya
kisah lainnya sebenarnya sudah sering terjadi. saya pernah menulisnya beberapa waktu yang lalu. klise. seorang ibu-ibu yang hamil ataupun menggendong anak kecil yang harus memelas dulu agar ada orang yang memberinya tempat duduk di dalam bus transjakarta.Lebih parahnya, kemarin mas2 petugas transjakarta sampai harus menegur seorang pemuda terang-terangan agar dia memberikan tempat duduknya untuk seorang ibu hamil.
Wowww,, memang susah untuk merelakan sebuah tempat duduk karena untuk mendapatkannya penumpang harus berjuang.
Di kereta commuter line, orang yang mau duduk harus berlari di gerbong agar tidak kalah cepat dengan orang lain.
Kalau di bus transjakarta, orang yang mau dapat tempat duduk harus melakukan berbagai cara. Ada yang rela datang terlambat ke kantor untuk menunggu sampai ada busway yang kosong sehingga dia bisa duduk, ada yang masuk dengan mendorong orang lain agar kebagian tempat duduk, atau ada juga yang berbalik ke halte awal bus transjakarta. Misalnya untuk rute saya: TU GAS-Dukuh atas, halte yang dilewati adalah TU GAS-Layur-Arion-Veledrome-Sunan Giri- UNJ- BPKP-Pramuka Lia-Utan Kayu-Pasar Genjing-Matraman, dan seterusnya sampai Dukuh atas, ada orang yang rumahnya di dekat halte sunan giri rela kembali ke TU GAS dulu sebelum ke Dukuh Atas supaya dia mendapat tempat duduk.
Jadi, kalau perjuangan mendapatkan tempat duduk di kendaraan umum saja sampai sebegitu kerasnya, tidak heran kalau penumpang yang sudah duduk susah untuk merelakan bangkunya diambil. Memang tidak semua orang seperti itu, tapi banyak kejadian yang sering saya temui. ada yang tidur dengan telinga disumpal headset, atau ada yang asik ber BBM-an, sehingga kalau ada ibu hamil, lansia, atau ibu yang membawa anak kecil naik bus yang sudah penuh, mereka tidak harus memberikan kursi. Kan mereka tidak lihat.
Pertanyaannya sekarang adalah: kenapa sih orang-orang ngotot mendapatkan tempat duduk?
Nah, itu kembali lagi ke keadaan jalanan di Jakarta yang sudah semakin padat. Naik bus transjakarta pun terkadang masih macet. kalau sudah macet, wah jangan berharap kemacetan itu bisa cepat berakhir deh. Alhasil, berdiri di bus umum sangatlah tidak nyaman, walaupun bus itu ada AC-nya. pegel, capek, betis berkonde. belum lagi kalau berdirinya dalam keadaan berdesak-desakan.
Di keretapun begitu. Jadwal kereta yang terkadang tidak karuan membuat kereta jarang tiba dan berangkat tepat waktu. akibatnya, terkadang kereta berhenti sangat lama di sebuah stasiun sehingga penumpang yang harus berdiri merasa capek dan pegal.
jadi kalau begitu, wajar kan kalau penumpang kendaraan umum berjuang mati-matian untuk mendapatkan tempat duduk? wajar juga kan kalau mereka tidak rela kalau tempat duduknya diambil orang?
Wajar kali ya..., hehehe,,
tapi masa sampai sebegitunya sih sehingga ibu2 hamil, membawa anak kecil, atau lansia kadang harus memelas dulu agar dapat tempat duduk.. mereka kan tidak punya tenaga atau terlalu repot untuk berlari berebut tempat duduk.
jadi sebenarnya berapa harga tempat duduk di kendaraan umum? sebegitu mahalnyakah sampai berat sekali untuk mengiklaskan sebuah tempat duduk untuk orang yang lebih membutuhkan?
atau sebegitu pentingkah menulis soal tempat duduk sehingga saya menuliskan soal ini di blog? jangan2 saya yang lebay,, hehehe ;p
manusia sekarang uda serba individual na
BalasHapusga bisa dipungkiri itu
o yaaaaaaaaaaa???? :D
BalasHapus