Kyaaaaaaaaa,,, akhirnya berhasil balik Jakarta lagi setelah perjalanan yang LUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR BIASA di Ho Chi Minh City atau Saigon. Efeknya, sekarang saya jadi Saigon sick, #halah.. hahaha.. nah, untuk mengurangi saigon-sick, saya mau nulis blog ah... hold your breath, sit silently and read :)
1. Berangkaaaattt...
Saya berangkat naik Air Asia sekitar jam setengah 5 sore dari Jakarta. Perjalanannya cukup nyaman, meskipun lama. Serunya lagi, kebetulan saya satu pesawat dengan rombongan ibu-ibu. tau sendiri kan ciri khas ibu-ibu? arisan, hehehe.. eh, beneran, Air Asia yang saya tumpangi jadi serasa bukan pesawat, tapi lebih mirip bis. Rombongan ibu-ibu tadi saling ngobrol sehingga suasananya jadi ramai. yang lebih premannya lagi, saking bosannya mereka, beberapa dari mereka nekad meninggalkan tempat duduknya dan berdiri di koridor pesawat untuk ngobrol. Ibu saya aja sampai geleng-geleng kepala melihatnya. Anehnya lagi, tidak ada satupun pramugari yang berani menegur dan meminta agar mereka duduk kembali. Yang ada hanya peringatan kalau pesawat akan melewati cuaca buruk sehingga semua penumpang diharap memasang sabuk pengaman dan duduk di kursi masing-masing. Selama 3 jam perjalanan, peringatan tersebut saya dengar kurang lebih 5 kali. WOWWWW,,, padahal sih pesawatnya baik-baik saja, tidak ada goncangan seperti yang biasa dialami saat cuaca buruk. Mungkin itu akal-akalan pihak pesawat untuk membuat ibu-ibu itu tenang dan duduk kali ya.... :)
2. Terkatung-katung di Bandara
3 jam perjalanan dengan Air Asia sudah saya lewati dan sampailah saya dan ibu di Tanh Soh Nhat Airport. Saya langsung membereskan imigrasi dan segala macamnya, kemudian mencari-cari supir yang akan menjemput saya. Pihak travel menyebutkan saya akan diemput oleh supir yang memakai kaos merah dan membawa papan dengan nama saya. tapi setelah saya celingak-celinguk, tidak ada satupun supir yang membawa papan nama dengan nama saya.
saya langsung panik. padahal saya sudah memastikan semuanya pada senin pagi sebelum saya berangkat!. saya langsung menelelpon pihak travel di Vietnam dan saya makin panik karena belum ada konfirmasi dengan pihak travel di Jakarta atas nama saya. Uuuuuuuuuuhhh,, pengen marah-marah rasanya, padahal saya sudah beberapa kali konfirmasi dan mereka bilang 'ok, biasanya tidak ada masalah'. But the fact was.....
tetapi untungnya pihak travel di vietnam baik. atas instruksinya, kami dianjurkan untuk naik taksi ke hotel dan akan dibayar oleh pihak hotel. Hotelnya pun bukan hotel yang ada di dalam itinerary, Hotel Queen Ann, melainkan Hotel Le Duy (Baca: Le Yi). Sama-sama bintang tiga, tapi untungnya.... lebih bagus Le Duy kemana-mana, hehehehhe... akhirnya saya menginap di Le Duy Hotel selama dua malam sebelum pindah ke Queen Ann. Le Duy lebih nyaman karena sepertinya masih baru, menu sarapannya pun lebih bervariasi daripada Queen Ann. Jadi, beruntunglah saya dan ibu, hehehehhehehe :)
oh ya, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti yang saya alami di bandara, saya tidak menganjurkan teman-teman untuk menghubungi CT Indonesia untuk travel kalian. kalau ingin ke Vietnam, lebih baik teman-teman langsung menghubungi Tony Nguyen +84984132072 atau dengan Ben di nomer 0988514854. Tony Nguyen adalah pemilik travel Go Vietnam, sedangkan Ben adalah pemandu wisata kami. untuk Mr. Ben, akan saya bahas lebih banyak nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar